Inilah, 4 Usaha Sampingan di Desa yang Mudah dan Menguntungkan

Posted on

Saat ini Anda sedang memiliki banyak waktu luang? Harus bekerja di rumah saat masa pandemi? Bahkan, tinggal di desa dan ingin menghasilkan uang tambahan tetapi bingung memilih jenis usaha? Usaha sampingan di desa ini, sepertinya patut untuk Anda coba!

Usaha Sampingan Di Desa
vyaparapp.in

Inilah, 4 Usaha Sampingan di Desa yang Mudah dan Menguntungkan

Tinggal di sebuah desa yang potensial dan memiliki banyak waktu adalah dua peluang yang harus Anda manfaatkan dengan baik. Anda bisa merintis usaha sampingan yang mudah, modal kecil dan keuntungan melimpah.

Meskipun terdengar menggiurkan dan menarik untuk kita lakukan, tak sedikit yang masih kesulitan. Pasalnya, memilih jenis usaha sampingan yang paling tepat memang tidaklah mudah.

Maka dari itulah, kami telah merangkumkan beberapa jenis usaha sampingan yang bisa Anda coba. Mau tahu apa sajakah itu, berikut ini pemaparan selengkapnya.

Usaha Toko Kelontong

Usaha toko kelontong dapat menjadi salah satu pilihan Anda. Tidak hanya menjadi usaha sampingan saja, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat desa.

Tawarkan berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Barang-barang ini lebih banyak meraih keuntungan karena sering dicari.

Usaha sampingan ini tidak akan pernah mati, karena masyarakat desa selalu membutuhkannya. Meskipun demikian, agar selalu ramai pelanggan Anda harus memperhatikan berbagai aspek penting.

Seperti harga yang terjangkau, produk berkualitas, hingga pelayanan yang ramah. Anda juga tidak perlu membuka toko kelontong selama 24 jam. Cukup gunakan waktu luang saja, misalnya jika Anda kerja dari pagi sampai sore, buka toko kelontong dari sore sampai tengah malam.

Budidaya Lele

Usaha sampingan di desa lainnya yang bisa Anda tekuni yakni budidaya lele. Usaha ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki lahan kosong tetapi belum dimanfaatkan.

Anda bisa menggunakan kolam terpal untuk memulainya. Selain kolam terpal, Anda juga bisa menggunakan bis beton atau drum.

Kolam jenis ini akan lebih menghemat lahan di rumah Anda. Modal yang harus Anda keluarkan juga tidak terlalu banyak, kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.

Modal ini bisa Anda alokasikan untuk benih, pakan, dan kebutuhan budidaya lele lainnya. Dalam waktu sekitar 2 bulanan Anda sudah bisa panen.

Pemasaran lele tidak terlalu sulit, karena konsumsi lele di masyarakat cukup tinggi. Bahkan Anda bisa menjadi pemasok pedagang ikan di pasar.

Warung Kopi

Mungkin terdengar sederhana, akan tetapi usaha sampingan di desa yang satu ini cukup menjanjikan. Warung kopi selalu menjadi incaran bagi anak-anak muda yang suka nongkrong saat malam hari.

Untuk memulai usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Cukup dengan berbagai macam kopi dengan camilan seperti gorengan, sudah menjadi menu spesial.

Tak dapat kita pungkiri, kopi dan gorengan adalah perpaduan menu yang banyak diminati oleh masyarakat. Terutama masyarakat desa, sehingga warung kopi Anda tidak akan pernah sepi.

Blogger

Saat ini pemerataan teknologi sudah sampai di desa. Tak heran jika kehidupan di desa semakin maju dari tahun ke tahun.

Dengan dukungan teknologi tersebut, dan Anda senang dalam bidang tulis menulis, berprofesi sebagai seorang blogger menjadi pilihan tepat. Banyak topik menarik yang bisa Anda tulis dalam blog tersebut.

Misalnya kisah unik ketika hidup di desa, tips kesehatan dan lain sebagainya. Setelah blog Anda sudah siap monetisasi, bisa langsung menghasilkan uang dari iklan.

Itulah tadi beberapa usaha sampingan di desa yang bisa Anda coba. Ingat, agar usaha sampingan semakin berkembang dan menghasilkan lebih banyak keuntungan, buat strategi dan perencanaan yang matang!